MENGENAL PERANAN TI DI BIDANG KIMIA MELALUI KIMIA KOMPUTASI
Komputasi adalah sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika, yang juga memiliki arti sebagai cara untuk
menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma.
Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi secara umum dilakukan menggunakan pena dan kertas,
atau kapur dan batu tulis. Kini semakin berkembangnya jaman kebanyakan
komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer. Secara umum ilmu
komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model
matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk
menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan
praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk
komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang
keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan
prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu pengetahuan.
Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan
sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau
transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk suatu materi yang
dapat kita temukan sehari-hari
dilingkungan sekitar. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom
individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat
makroskopik. Cabang ilmu kimia ada banyak diantaranya kimia analitik, kimia
organik, kimia anorganik, biokimia, kimia fisik, kimia komputasi, dan masih
banyak lagi.
Untuk mempermudah kerja seorang peneliti dilaboratorium dalam menganalisa
suatu zat maka digunakan ilmu kimia komputasi. Kimia komputasi adalah cabang
kimia yang menggunakan hasil kimia teori yang diterjemahkan ke dalam program
komputer untuk menghitung sifat-sifat molekul dan perubahannya maupun melakukan
simulasi terhadap sistem-sistem besar (makromolekul seperti protein atau sistem
banyak molekul seperti gas, cairan, padatan, dan kristal cair), dan menerapkan
program tersebut pada sistem kimia nyata. Contoh sifat-sifat molekul yang dihitung
antara lain struktur (yaitu letak atom-atom penyusunnya), energi dan selisih
energi, muatan, momen dipol, kereaktifan, frekuensi getaran dan besaran
spektroskopi lainnya. Simulasi terhadap makromolekul (seperti protein dan asam
nukleat) dan sistem besar bisa mencakup kajian konformasi molekul dan
perubahannya (contohnya proses denaturasi protein), perubahan fase, serta
peramalan sifat-sifat makroskopik (seperti kalor jenis) berdasarkan perilaku di
tingkat atom dan molekul. Istilah kimia komputasi kadang-kadang digunakan juga
untuk bidang-bidang tumpang-tindah antara ilmu komputer dan kimia.
Keberadaan komputer yang dilengkapi dengan aplikasi kimia komputasi,
memungkinkan ahli kimia komputasi medisinal menggambarkan senyawa obat secara
tiga dimensi (3D) dan melakukan komparasi atas dasar kemiripan dan energi
dengan senyawa lain yang sudah diketahui memiliki aktivitas tinggi
(pharmacophore query). Berbagai senyawa turunan dan analog dapat
"disintesis" secara in silico atau yang sering diberi istilah senyawa
hipotetik (Zoumpoulaki dan Mavromoustakos, 2005). Aplikasi komputer melakukan
kajian interaksi antara senyawa hipotetik dengan reseptor yang telah diketahui
data struktur 3D secara in silico. Kajian ini dapat memprediksi aktivitas
senyawa-senyawa hipotetik dan sekaligus dapat mengeliminasi senyawa-senyawa
yang memiliki aktivitas rendah. Prediksi toksisitasnya secara in silico juga
dilakukan dengan cara melihat interaksi senyawa dengan enzim yang bertanggung
jawab terhadap metabolisme obat. Hasilnya adalah usulan senyawa yang siap
disintesis dan diyakini mempunyai aktivitas tinggi dibandingkan dengan senyawa
yang telah dikenal. Jumlah senyawa yang diusulkan biasanya jauh lebih sedikit
dibandingkan penemuan obat secara konvesional. Hal inilah yang menjadi keunggulan
dari studi komputasi dalam menemukan obat baru.
Dua metode yang saling melengkapi dalam penggunaan komputer sebagai alat
bantu penemuan obat, adalah ligand-based drug design (LBDD) yaitu rancangan
obat berdasarkan ligan yang sudah diketahui, dan structure-based drug design
(SBDD) yaitu rancangan obat berdasarkan struktur target yang didasarkan pada
struktur target reseptor yang bertanggung jawab atas toksisitas dan aktivitas
suatu senyawa didalam tubuh. LBDD memanfaatkan informasi sifat fisikokimia
senyawa aktif sebagai landasan mendesain senyawa baru. MetodeLBDD yang lazim
digunakan adalah pharmacophore discovery, hubungan kuantitatif
struktur-aktivitas (HKSA/QSAR), dan docking molekular (molecular
docking).Pharmacophore discovery merupakan metode pencarian kesamaan sifat
fisikokimia, seperti sifat elektronik, hidrofobik dan sterik dari
senyawa-senyawa yang dilaporkan aktif. Langkah selanjutnya adalah menggambarkan
struktur 3D yang menggabungkan sifat gugus-gugus maupun bagian senyawa yang
diduga bertanggung jawab terhadap aktivitasnya (pharmacophore). QSAR memadukan
statistika dengan sifat fisikokimia senyawa yang diprediksi dengan bantuan
komputer untuk menurunkan suatu persamaan yang digunakan memprediksi aktivitas
suatu senyawa (Istiyastono dkk., 2003; Pranowo dkk., 2007; Yuliana dkk., 2004).
Prediktor yang digunakan dalam studi QSAR diperoleh dari hasil pengukuran
(measurable) seperti kerapatan, energi ionisasi, titik didih, massa molekul,
momen dipol, tetapan keasaman dan lipofilitas. Kimia komputasi banyak
memberikan keuntungan dalam studi QSAR karena dapat menghasilkan prediktor yang
diperoleh dari perhitungan (calculated) antara lain muatan atom netto, beda
energi HOMO (Highest Occupied Molecular Orbital) dan LUMO (Lowest Unoccupied
Molecular Orbital), polarizabilitas, luas area, volume molekular, dan
refraktivitas molar (Hansch, dkk., 2002). Perangkat lunak Gaussian
(www.gaussian.com) atau Turbomole (www.turbomole.com) merupakan dua diantara
banyak perangkat lunak kimia komputasi handal untuk penentuan sifat molekular
sistem kimia.
DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. Harno
Dwi Pranowo, M.Si. 2009. Peran Kimia
Komputasi dalam Desain Molekul Obat. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada
http://chemistry.unpad.ac.id/index.php/penelitian/kimia-komputasi/29-kimia-komputasi-dalam-pengembangan-obat
( diakses pada 15-Oktober-2013 )
http://jurnal.lapan.go.id/index.php/berita_dirgantara/article/viewFile/711/629
( diakses pada 15-Oktober-2013 )
http://mgb.ugm.ac.id/media/download/pidato-pengukuhan.html?download=166&start=80
( diakses pada 15-Oktober-2013 )